Efek toksik & Efek Samping dari Vitamin Terisolasi

Vitamin adalah BAGIAN makanan, tetapi mereka BUKAN makanan. Makanan mengandung vitamin, tetapi vitamin TIDAK PERNAH mengandung kompleks nutrisi (sinergis biokimia). Dan, tidak ada vitamin yang benar-benar 'alami' begitu sudah dihilangkan dari sumber makanan aslinya.

Beberapa perusahaan suplemen mengacaukan masalah ini lebih lanjut dengan mengklaim bahwa produk mereka adalah "makanan utuh" yang sebenarnya adalah campuran makanan dan isolat (komponen terisolasi dari nutrisi yang diekstrak). Ini menipu dan memaksa seseorang untuk benar-benar menggali label untuk membedakan makanan dari bahan kimia terisolasi.

Sangat penting untuk memahami tidak hanya isolat individu tetapi bagaimana vitamin berinteraksi dan saling berhubungan dengan biokimia lain yang ditemukan bersama satu sama lain dalam keseluruhan kompleks makanan. Ada banyak nutrisi, zat, dan sifat penting yang penting dalam makanan yang sama pentingnya dengan vitamin. Unsur-unsur ini membantu vitamin memberikan efek menguntungkannya. Tanpa zat makanan ini, vitamin digunakan secara farmakologis, seperti obat-obatan.

Kita tidak bisa hidup dengan vitamin yang terisolasi tanpa nutrisi lain yang disediakan dalam makanan alam.

Apa itu Vitamin?

Vitamin adalah "kompleks biologis, kumpulan enzim dan mineral, roda biologis di dalam roda. Vitamin dalam isolasi tidak lagi vitamin tetapi hanya ekstrak. Vitamin gagal berfungsi penuh ketika diturunkan."

Asal-usul isolat dimulai dengan isolasi kimiawan kimiawi dari satu elemen tunggal yang tidak memiliki matriks biologisnya. Penemuan vitamin bertepatan dengan boom di industri, pertanian, dan kimia farmasi. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk memproduksi makanan alami yang lebih baik dengan mengekstraksi apa yang "dibutuhkan" dan meninggalkan sisanya.

Ada banyak efek samping karena vitamin terisolasi dan sintetis. Analisis yang lebih rinci dapat ditemukan dalam buku saya. Manusia Tidak Dapat Hidup dengan Vitamin, tetapi di sini ada beberapa contoh:

Vitamin A: Asupan akut vitamin A dosis sangat tinggi (> RE 200,000mg pada orang dewasa) dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, dan peningkatan tekanan cebrospinal. Gejala umumnya sementara. Asupan tinggi kronis (misalnya> 10x RDA) dapat menyebabkan kerontokan rambut, nyeri tulang dan otot, sakit kepala, kerusakan hati, dan peningkatan konsentrasi lipid darah. Bahaya tertentu pada wanita hamil adalah teratogenesis (cacat lahir). Karena vitamin A larut dalam lemak dan dapat disimpan dalam hati untuk jangka waktu yang lama, ia memiliki potensi toksisitas yang tinggi.

Vitamin B1 Tiamin: Gejala overdosis thiamin mirip dengan hipertiroidisme: 1. nadi cepat; 2. iritabilitas; 3. tremor; 4. kelemahan. Dua puluh hingga empat puluh miligram tidak boleh digunakan kecuali dalam kasus-kasus kekurangan.

Vitamin B3 Niacin: Toksisitas akan dicapai melalui dosis besar asam nikotinat yang diberikan untuk menurunkan kolesterol mungkin produk pembilasan kulit, hyperuricemia, dan kelainan hati. Efek ini dibalik jika obat dikurangi jumlahnya atau dihentikan.

Vitamin B6 Pyridoxine: Paparan akut atau kronis yang berlebihan terhadap vitamin B-6 dapat bersifat neurotoksik. Nampaknya pada kebanyakan individu asupan oral kurang dari 500 mg / hari dapat ditoleransi. Asupan yang lebih besar harus dihindari. Karena individu dapat bervariasi dalam kerentanannya terhadap toksisitas, dokter harus memantau asupan yang melebihi dari Recommended Daily Allowances (RDA).

Vitamin C Ascorbic Acid: Vitamin C dosis tinggi dapat mengubah kerja sama metabolisme dan mengarah pada defisiensi. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Nature edisi 9 April, Dr. Ian Podman dan rekan dari University of Leicester di Inggris menemukan bahwa asupan vitamin C, pada level yang lebih dari 500 mg / hari mungkin tidak dianjurkan. Para peneliti ini mempelajari 30 orang sehat yang diberi dosis 500 mg / hari untuk jangka waktu 6 minggu. Hasil menunjukkan kerusakan oksidatif pada tingkat sel bahkan setelah kelebihan vitamin C diekskresikan. Para penulis studi ini menyimpulkan bahwa vitamin C dosis tinggi dapat merusak sel-sel juga.

Kembali ke Common Sense & Science

Tubuh manusia bukanlah ciptaan buatan, dan oleh karena itu tidak boleh diberi bahan buatan yang dibuat dan ditingkatkan seperti vitamin terisolasi. Anda dapat menemukan nutrisi makanan utuh di Nutrisi-Kehidupan di mana makanan nyata, yang tumbuh di alam, diimbangi dengan ribuan evolusi, dan kompleks dalam strukturnya, adalah pasangan yang sempurna untuk tubuh kita. Secara ilmiah, kami dirancang untuk mengkonsumsi makanan ini karena mereka alami, utuh, seimbang, dan kompleks. Tidak ada yang dapat menggantikan nutrisi makanan dalam kemampuan mereka untuk mempertahankan hidup tanpa menyebabkan efek samping yang tak terduga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *